Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Nabi Yunus: Terkurung dalam Perut Ikan Selama 3 Hari

- Minggu, 23 Februari 2025 | 01:26 WIB
Kisah Nabi Yunus: Terkurung dalam Perut Ikan Selama 3 Hari (foto/youtube )
Kisah Nabi Yunus: Terkurung dalam Perut Ikan Selama 3 Hari (foto/youtube )

IFA.id -- Nabi Yunus adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk menyeru kaumnya agar kembali kepada ajaran tauhid.

Kisah Nabi Yunus menjadi salah satu cerita penuh hikmah dalam Islam, terutama tentang kesabaran, pengampunan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian.

Salah satu peristiwa paling terkenal dalam kisahnya adalah ketika beliau terkurung dalam perut ikan besar selama tiga hari. Bagaimana kisahnya? Mari kita simak bersama.

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf: Dari Sumur Menuju Singgasana Mesir

Seruan kepada Kaum Ninawa

Nabi Yunus diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada penduduk Ninawa, sebuah kota besar yang dihuni oleh masyarakat yang menyembah berhala dan hidup dalam kemaksiatan.

Beliau dengan sabar mengajak mereka untuk menyembah Allah dan meninggalkan kebiasaan buruk mereka. Namun, kaum Ninawa menolak dan mengingkari ajakan Nabi Yunus.

Merasa putus asa karena dakwahnya tidak diterima, Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa menunggu perintah dari Allah. Keputusan ini kemudian membawa ujian besar dalam hidupnya.

Baca Juga: Kisah Nabi Ayub: Keteguhan Hati Menghadapi Ujian Berat

Ditelan Ikan Besar

Setelah meninggalkan Ninawa, Nabi Yunus menaiki sebuah kapal untuk pergi ke tempat lain. Namun, di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya menghadapi badai besar.

Para penumpang kapal percaya bahwa ada seseorang di antara mereka yang membawa kesialan dan harus dilempar ke laut untuk menyelamatkan kapal.

Setelah dilakukan undian beberapa kali, nama Nabi Yunus selalu keluar. Dengan penuh kesadaran dan kepasrahan, beliau menerima takdirnya dan terjun ke laut. Di saat itulah, seekor ikan besar yang diperintahkan oleh Allah menelannya.

Dalam kegelapan perut ikan, Nabi Yunus merasa sangat menyesal telah meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah. Beliau pun berdoa dan memohon ampun kepada Allah dengan doa yang masyhur:

"Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin." (QS. Al-Anbiya: 87)

Yang artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman: Kerajaan Besar dan Mukjizat Berbicara dengan Binatang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X