tafaquh

Makna Assalamu’alaikum dan Jawabannya yang Benar

Jumat, 28 November 2025 | 10:56 WIB
Salam yang membawa kedamaian Assalamu’alaikum dijawab dengan Wa’alaikumussalam, menghadirkan doa dan keberkahan di setiap pertemuan. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id– Ada satu kalimat yang terdengar sederhana, namun membawa makna yang melampaui sekadar sapaan. Kalimat yang tidak hanya menyapa, tetapi juga mendoakan, merangkul, dan menenangkan.

Kalimat itu adalah Assalamu’alaikum. Sebuah salam yang sejak lama mengikat umat Islam dalam ikatan damai dan kasih sayang, namun ironisnya sering diucapkan tanpa benar-benar direnungkan maknanya.

Pernah terlintas pertanyaan tentang apa sebenarnya kandungan kalimat ini, dari mana asalnya, dan bagaimana seharusnya dijawab?

IFA.id mencatat bahwa salam memang tampak sederhana, tetapi ia adalah ikon peradaban Islam. Ia menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan. Bahkan ketika seseorang memulai percakapan, sunahnya adalah memulai dengan salam sebelum mengutarakan maksud.

 Baca Juga: Sunnah Salam yang Dilupakan Generasi Modern

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah menjelaskan bahwa salam adalah pemberi kehidupan sosial. Ketika salam dihidupkan, komunitas tumbuh hangat. Ketika salam ditinggalkan, hubungan perlahan terasa hambar.

Maka memahami makna Assalamu’alaikum tidak sekadar pengetahuan, melainkan bagian dari menghidupkan tradisi yang Nabi bangun.

Makna Mendalam dari Kalimat Assalamu’alaikum

IFA.id merangkum bahwa Assalamu’alaikum bukan sekadar “semoga selamat”. Kata “salam” berasal dari akar kata “s-l-m” yang bermakna keselamatan, kedamaian, dan terhindar dari bahaya.

Dalam tafsir klasik, salam juga dikaitkan dengan salah satu nama Allah, yaitu As-Salam yang berarti Dia Mahasejahtera.

Baca Juga: Benarkah Salam Membuka Pintu Rezeki? Penjelasan Ulama

Maka ketika seseorang mengatakan Assalamu’alaikum, hakikatnya ia sedang mendoakan, “Semoga keselamatan dan kedamaian Allah tercurah untukmu.”

Doa ini bukan hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga ketenangan batin, kelapangan hati, dan jauh dari kecemasan. Ini menjadikan salam sebagai doa yang menyelimuti seseorang dari berbagai arah kehidupan.

IFA.id melihat, dalam konteks keseharian, salam bukan hanya sekadar ucapan sopan, tetapi bentuk perhatian yang murni. Tidak ada ucapan lain yang secara otomatis memberi pahala, mempererat hubungan, sekaligus mendoakan orang lain dalam satu napas yang ringkas.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB