tafaquh

Akibat Julid pada Hubungan Sesama Muslim

Selasa, 25 November 2025 | 22:45 WIB
Akibat Julid pada Hubungan Sesama Muslim (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Sikap julid mungkin terlihat ringan dan seolah hanya bagian dari percakapan sehari-hari. Namun IFA.id melihat bahwa dalam Islam, julid memiliki dampak besar yang sering diabaikan, terutama terhadap hubungan sesama Muslim. Ketika seseorang terbiasa mengomentari keburukan orang lain dengan nada sinis, hubungan yang seharusnya dibangun di atas kasih sayang perlahan terkikis.

Julid memicu jarak emosional di antara sesama. Ketika seseorang mendengar komentar sinis yang ditujukan padanya, meski tidak secara langsung, rasa sakit itu tetap tertinggal. Islam mengajarkan kehati-hatian dalam menjaga hati saudara seiman. Sekali luka terbentuk, rasa percaya sulit kembali seperti semula.

Salah satu akibat paling nyata dari julid adalah retaknya ukhuwah. Hubungan yang tadinya hangat bisa berubah menjadi tegang karena satu komentar yang merendahkan. IFA.id mencatat bahwa banyak persahabatan hancur hanya karena kebiasaan saling menjatuhkan atau meremehkan, meski awalnya terlihat seperti candaan.

Dalam Islam, hubungan antar-Muslim dibangun di atas saling menghormati. Julid justru merusak fondasi ini. Ketika seseorang merasa diremehkan, ia mulai menjaga jarak. Rasa curiga tumbuh, dan hubungan yang seharusnya menjadi ladang pahala berubah menjadi sumber konflik. Sikap sinis tidak hanya melukai, tetapi juga menciptakan dinding yang sulit ditembus.

Baca Juga: Julid di Media Sosial Menurut Ulama

Julid juga menimbulkan budaya saling membandingkan. Ketika seseorang terus mengomentari hidup orang lain, muncul keinginan untuk menilai dirinya sebagai yang lebih baik. IFA.id melihat bahwa budaya membandingkan diri adalah akar dari banyak ketidakbahagiaan dan permusuhan, yang seharusnya tidak muncul dalam komunitas Muslim.

Di lingkungan keluarga, julid dapat memicu ketegangan berkepanjangan. Ucapan sinis yang disampaikan secara spontan bisa membekas bertahun-tahun. Islam menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, namun budaya julid justru menciptakan suasana yang penuh prasangka dan ketidaknyamanan.

Dalam lingkup masyarakat, julid dapat merusak kesatuan. Ketika seseorang memulai komentar negatif, biasanya akan diikuti komentar lain yang memperburuk keadaan. IFA.id melihat pola ini sering terjadi: satu gosip kecil berkembang menjadi perpecahan besar. Islam melarang keras perilaku yang memicu fitnah atau memecah belah umat.

Julid juga membuat seseorang kehilangan rasa hormat. Orang yang terbiasa sinis cenderung dianggap tidak bijaksana dan tidak dewasa. Dalam ajaran Islam, kehormatan seorang Muslim sangat dijaga. Namun kebiasaan menjatuhkan orang lain justru membuat pelakunya kehilangan wibawa di mata masyarakat.

Baca Juga: Penyakit Sosial yang Diabaikan Umat

Ulama menyebut bahwa lisan yang tidak terjaga adalah akar dari banyak dosa. Julid membuka pintu ghibah, tajassus, bahkan fitnah. Ketika seorang Muslim terjerat dalam rangkaian dosa ini, hubungan sosialnya menjadi rusak satu per satu. IFA.id melihat bahwa ini adalah salah satu dampak paling berbahaya dari budaya julid.

Sifat julid juga meracuni cara seseorang berpikir. Ketika seseorang terbiasa melihat orang lain dari sisi buruknya, persepsinya tentang dunia ikut menggelap. Akibatnya, ia sulit mempercayai orang lain dan sulit membina hubungan yang sehat. Padahal Islam mengajarkan husnuzan—berbaik sangka—sebagai dasar interaksi sosial.

Julid membuat seseorang kehilangan empati. Kata-kata sinis yang dilontarkan tanpa pertimbangan sering muncul dari hati yang tidak sensitif terhadap perasaan orang lain. IFA.id menilai bahwa kehidupan sosial yang sehat hanya dapat dibangun di atas empati, bukan sinisme. Ketika empati hilang, hubungan ikut rapuh.

Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan adalah bagian dari menjaga kehormatan diri. Orang yang mampu menahan diri dari komentar buruk akan lebih dihormati dan disukai dalam pergaulan. Sebaliknya, orang yang mudah julid sering dijauhi. Ini adalah akibat sosial yang timbul dari sikap yang dianggap sepele.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB