IFA.Id - Dalam banyak kajian yang IFA.id ikuti, para ulama dan ahli kesehatan sering sepakat pada satu hal: kurma bukan hanya buah bernilai ibadah, tetapi juga makanan yang sangat sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Dari dahulu hingga kini, kurma menjadi contoh nyata bagaimana ajaran Islam tentang makanan selaras dengan penemuan sains modern.
Kurma disebut dalam Al-Qur’an saat Allah memerintahkan Maryam menggoyangkan pohon kurma untuk memperoleh buah-buah segar sebagai penguat fisiknya. Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa kurma tidak hanya dikenal oleh masyarakat Arab sebagai makanan pokok, tetapi juga sebagai sarana pemulihan tubuh pada saat-saat kritis.
Dalam perspektif hadis, Rasulullah SAW juga memberi perhatian besar pada kurma, terutama kurma Ajwa. Dalam riwayat disebutkan bahwa siapa pun yang mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari akan terlindungi dari bahaya tertentu. Ulama memahami hal ini sebagai keutamaan spiritual sekaligus refleksi manfaat fisik yang telah terbukti dari kandungan nutrisi kurma.
IFA.id mencatat bahwa kurma mengandung gula alami yang mudah diserap, sehingga sangat baik dikonsumsi setelah tubuh mengalami kekosongan energi yang panjang. Inilah mengapa kurma menjadi pilihan utama berbuka puasa. Pencernaan tidak harus bekerja keras, tetapi energi langsung kembali.
Baca Juga: Mengapa Kurma Dianjurkan Saat Berbuka?
Di dunia medis, kurma dikenal sebagai buah yang kaya mineral penting seperti potassium, magnesium, dan zinc. Kandungan ini berperan besar dalam menjaga fungsi saraf, kekuatan otot, dan kesehatan jantung. Hal ini menjelaskan mengapa para traveler gurun di masa lalu mengandalkan kurma sebagai bekal utama mereka.
Serat tinggi dalam kurma juga menjadi alasan buah ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan pencernaan. IFA.id sering mendengar pakar kesehatan menyebut kurma sebagai “pelancar alami” yang lembut bagi tubuh. Serat kurma membantu membersihkan usus, memperbaiki metabolisme, dan mencegah sembelit.
Selain itu, kurma memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Zat ini berfungsi melawan radikal bebas, memperlambat proses penuaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ini membuat kurma bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga salah satu superfood dalam perspektif ilmiah.
Dalam banyak penelitian modern, kurma juga terbukti dapat membantu menstabilkan tekanan darah. Kandungan potassium yang tinggi mampu menyeimbangkan efek sodium dalam tubuh. IFA.id menyimpulkan bahwa alasan ini sangat relevan dengan gaya hidup modern yang cenderung tinggi garam dan rendah nutrisi alami.
Baca Juga: Makanan Halal untuk Keluarga: Praktis dan Aman
Kurma juga mendukung kesehatan tulang. Kandungan kalsium dan magnesium di dalamnya berkontribusi memperkuat struktur tulang. Oleh karena itu, para ulama sering menyatakan bahwa kebiasaan Nabi mengonsumsi kurma tidak hanya membawa nilai ibadah, tetapi juga manfaat fisik yang luar biasa.
Bagi ibu hamil dan menyusui, kurma telah menjadi rekomendasi turun-temurun. Sains modern membuktikan bahwa kurma membantu kontraksi rahim secara alami, memberikan energi tambahan, dan memperkaya nutrisi dalam ASI. IFA.id melihat ini sebagai penegasan bahwa ajaran Islam selalu selaras dengan fitrah manusia.
Di sisi lain, kemanisan kurma yang alami menjadikannya alternatif sehat untuk menggantikan gula buatan. Banyak ahli menyarankan agar kurma dijadikan pemanis alami dalam makanan atau minuman. Dengan cara ini, seseorang dapat mengurangi konsumsi gula olahan yang rentan menyebabkan penyakit.
Kurma juga memiliki efek menenangkan tubuh. Kandungan magnesium membantu merilekskan otot dan saraf, sehingga membuat seseorang lebih mudah tidur dan mengurangi stres. Tidak heran bila banyak orang merasa lebih nyaman setelah memakan beberapa butir kurma pada malam hari.