tafaquh

Keutamaan Kurma dalam Ajaran Islam

Kamis, 20 November 2025 | 22:57 WIB
Keutamaan Kurma (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Saat memasuki bulan Ramadan, IFA.id selalu melihat suasana pasar menjadi berbeda. Di antara berbagai bahan makanan, kurma hampir selalu menjadi komoditas pertama yang habis. Ada sesuatu yang membuat buah kecil berwarna cokelat ini begitu istimewa, bukan hanya karena rasanya yang manis tetapi juga karena kedudukannya dalam ajaran Islam.

Dalam tradisi Islam, kurma menempati posisi yang tidak dimiliki buah lain. Sejak masa Rasulullah SAW, kurma menjadi makanan pokok sekaligus simbol keberkahan. Banyak hadis shahih yang menggambarkan betapa dekatnya buah ini dengan kehidupan beliau, terutama saat berbuka puasa dan memberi makan kepada orang lain.

IFA.id mencatat bahwa salah satu kebiasaan yang paling masyhur adalah anjuran untuk berbuka dengan kurma. Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu memulai berbuka dengan beberapa butir kurma. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air. Hal ini menunjukkan pentingnya kurma sebagai pilihan utama, bukan sekadar kebiasaan, tetapi teladan.

Selain sebagai sunnah berbuka, kurma juga disebut dalam Al-Qur’an ketika Allah memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan batang pohon kurma, sehingga buah segar jatuh sebagai makanan yang menenangkan dan menguatkan. IFA.id sering menyoroti ayat ini sebagai bukti bahwa kurma memiliki peran spiritual sekaligus nutrisi yang luar biasa.

Baca Juga: Program Air Bersih AQUA Ciherang Bantu 7.110 Warga, Ini Soal Isu Kekeringan

Di banyak kajian kesehatan Islami, para ahli menyebut kurma sebagai salah satu makanan yang paling seimbang secara gizi. Kandungan glukosa dan fruktosa alaminya membuat kurma menjadi sumber energi cepat yang aman. Tidak mengherankan bila Rasulullah SAW memilihnya sebagai pembuka puasa, karena tubuh mendapatkan energi instan tanpa membebani pencernaan.

Ulama juga sering mengaitkan keutamaan kurma dengan keberkahan tanah Madinah. Kurma dianggap sebagai buah yang lahir dari kota suci dengan pahala dan keberkahan tersendiri. Jenis kurma Ajwa, misalnya, dikutip dalam banyak hadis sebagai kurma yang memiliki keistimewaan, bahkan perlindungan dari bahaya tertentu bila dikonsumsi secara rutin.

IFA.id mencatat bahwa konsep keberkahan dalam Islam bukan hanya soal manfaat fisik, tetapi juga kedekatan spiritual. Ketika seorang Muslim mengikuti sunnah Rasul dengan mengonsumsi kurma, ada nilai ibadah yang ikut hadir. Keberkahan ini tidak bisa diukur secara ilmiah, tetapi dirasakan dalam bentuk ketenangan dan rasa syukur.

Dalam banyak tradisi keagamaan, kurma juga digunakan sebagai hadiah, sedekah, dan hidangan utama dalam majelis ilmu. IFA.id menemukan bahwa kehadiran kurma di tengah acara keagamaan mencerminkan nilai sederhana namun sarat makna: memberi energi, menjaga tradisi, dan menghidupkan sunnah.

Baca Juga: Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Di luar itu, kurma juga dianggap sebagai buah yang mempersatukan budaya Muslim di seluruh dunia. Dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, kurma menjadi simbol Ramadan, simbol kebersamaan, dan simbol kasih sayang. Tidak jarang keluarga membawa pulang kurma sebagai oleh-oleh tanda cinta.

Beberapa ulama menggambarkan kurma sebagai buah yang mendidik manusia tentang kesederhanaan. Bentuknya yang kecil, warna yang tidak mencolok, namun manfaatnya begitu besar, seolah mengajarkan bahwa kebaikan tidak harus datang dalam kemasan yang mewah.

IFA.id juga menyoroti fakta menarik bahwa di berbagai negara, konsumsi kurma terus meningkat bahkan di luar Ramadan. Banyak masyarakat menyadari bahwa kurma bukan hanya sunnah, tetapi juga makanan sehat yang cocok dikonsumsi setiap hari. Tren ini memperkuat posisi kurma sebagai buah yang bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga bernilai kesehatan modern.

Sebagian pakar gizi Muslim mengatakan bahwa kurma seolah diciptakan untuk tubuh manusia. Kandungan mineral, serat, dan gula alaminya seimbang, sehingga tubuh dapat memanfaatkannya tanpa risiko lonjakan gula berlebihan. Ini menjadi alasan logis mengapa kurma dijadikan makanan pokok di padang pasir selama ribuan tahun.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB