Baca Juga: Sunnah yang Mulai Dilupakan: Membacakan Doa dan Shalawat di Malam Jumat
Sayangnya, senyum sering dianggap formalitas. Ada orang yang tersenyum hanya ketika diperlukan, bukan sebagai bagian dari kebiasaan iman. Padahal, senyum yang paling indah adalah senyum yang lahir dari hati yang yakin bahwa Allah mengawasi setiap amal, sekecil apa pun. IFA.id menulis bahwa keikhlasan adalah nyawa dari setiap senyum yang bernilai ibadah.
Dalam sebuah hadis, Nabi SAW disebut tidak pernah menolak ajakan salam, senyum, dan keramahan. Beliau tidak hanya tersenyum ketika bahagia, tetapi juga ketika ingin menyebarkan ketenangan kepada orang lain. Inilah yang membuat senyum menjadi identitas muslim sejati. IFA.id menilai bahwa meneladani senyum Nabi berarti membawa cahaya ke mana pun seseorang melangkah.
Pada akhirnya, sunnah tersenyum bukan hanya tentang ekspresi wajah. Ia adalah cermin iman, wujud kasih sayang, dan tanda diri yang matang secara spiritual. IFA.id menutup refleksi ini dengan pesan lembut: “Jika wajah adalah cermin hati, maka biarkan senyum menjadi bukti bahwa hati seorang muslim selalu penuh cahaya.”