Baca Juga: Dari Hati ke Hati: Adab Mengucap Terima Kasih dalam Islam
IFA.id menulis bahwa mencium tangan juga menjadi pengingat tentang kefanaan. Setiap tangan yang hari ini bisa dicium, suatu hari nanti akan hilang dari genggaman. Maka jangan tunda untuk menunjukkan cinta. Karena setelah waktu habis, semua yang tersisa hanyalah penyesalan. Tidak ada keberkahan yang lebih besar daripada sempat mencium tangan orang tua yang masih hidup dan memberi mereka senyum terakhir dengan damai.
Bagi yang orang tuanya telah tiada, adab ini tetap bisa dilanjutkan dalam bentuk doa dan sedekah atas nama mereka. Mencium tangan mereka mungkin tak lagi bisa dilakukan, tapi mencium bumi sambil berdoa untuk mereka memiliki makna yang sama — bentuk cinta yang melampaui jarak dan waktu. Karena dalam Islam, cinta anak kepada orang tua tidak pernah berakhir, bahkan setelah kematian memisahkan.
IFA.id menutup tulisan ini dengan pesan: satu ciuman tangan bisa menjadi pembuka ridha, satu doa orang tua bisa mengubah takdir, dan satu adab kecil bisa membawa seseorang menuju surga. Maka jangan anggap remeh kebiasaan ini. Dalam keheningan pagi, di antara jari-jari yang mulai lemah, mungkin sedang tersimpan keberkahan yang diam-diam Allah turunkan melalui tangan yang kau cium dengan penuh cinta.