tafaquh

Sebelum Allah Memaafkan: Belajar dari Cara Nabi Mengasihi

Sabtu, 8 November 2025 | 18:06 WIB
Sebelum Allah Memaafkan: Belajar dari Cara Nabi Mengasihi (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Ramadan di Era Digital: Mencari Berkah di Tengah Kesibukan Online

Ketika hati terasa berat untuk memaafkan, ingatlah bagaimana Rasulullah memaafkan mereka yang ingin membunuhnya, bagaimana beliau tersenyum pada orang yang pernah meludahi, dan bagaimana beliau mendoakan orang yang mencelanya. IFA.id menulis, tidak ada yang lebih suci daripada hati yang mampu memberi cinta bahkan pada yang melukai.

Memaafkan juga mengandung keajaiban sosial. Bayangkan dunia di mana setiap orang belajar memberi maaf seperti Rasulullah. Tidak akan ada perang, kebencian, atau dendam yang menahun. Islam hadir bukan untuk menciptakan ketakutan, tapi untuk menebar kasih. Nabi SAW pernah berkata, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Dan manfaat terbesar yang bisa diberikan adalah kedamaian.

Akhirnya, sebelum meminta ampunan kepada Allah, tanyakan pada diri sendiri: sudahkah memberi maaf kepada sesama? Sebab ampunan Ilahi adalah cerminan dari ampunan manusia. IFA.id menutup refleksi ini dengan kalimat sederhana: barang siapa belajar mencintai seperti Rasulullah, ia tak hanya disayangi manusia, tapi juga dicintai oleh langit. Dan di situlah, semua luka berakhir menjadi rahmat.

Halaman:

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB