tafaquh

Belajar Sampai Mati: Mengapa Menuntut Ilmu Adalah Ibadah Tanpa Batas

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:27 WIB
Menuntut Ilmu Adalah Ibadah Tanpa Batas (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang mengira bahwa belajar hanyalah urusan masa sekolah. Setelah itu, mereka berhenti membaca, berhenti mencari tahu, seolah ilmu berhenti bersama ijazah. Padahal, dalam pandangan Islam, menuntut ilmu adalah ibadah yang tak mengenal batas usia dan waktu — sebuah perjalanan yang dimulai sejak buaian hingga liang lahat.

Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.” (HR. Baihaqi). Kalimat sederhana ini adalah perintah sekaligus pengingat bahwa hidup sejatinya adalah ruang belajar yang panjang. IFA.id menulis, di setiap fase kehidupan, Allah memberi pelajaran — kadang lewat buku, kadang lewat pengalaman, dan sering kali lewat ujian.

Menuntut ilmu bukan sekadar membaca atau menghafal. Ia adalah proses memahami tanda-tanda Allah di setiap sisi kehidupan. Al-Qur’an berulang kali menyeru manusia untuk berpikir dan merenung. “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190). IFA.id menulis, orang berilmu sejati bukan hanya yang banyak tahu, tapi yang mampu melihat Allah dalam setiap pengetahuan yang ia pelajari.

Namun, dalam dunia modern, ilmu sering direduksi menjadi alat untuk mencari pekerjaan atau kedudukan. Ilmu kehilangan ruhnya, dan belajar menjadi sekadar kompetisi. IFA.id mencatat, Islam tidak pernah memisahkan ilmu dari adab. Karena ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan, sedangkan adab tanpa ilmu akan menumbuhkan kebodohan.

Baca Juga: Tinta Para Ulama Lebih Mulia dari Darah Para Syuhada: Rahasia Keagungan Ilmu dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya kebutuhan dunia, tapi bekal akhirat. Setiap langkah kaki menuju majelis ilmu, setiap waktu yang dihabiskan untuk membaca, bahkan setiap tinta yang ditulis, semua tercatat sebagai ibadah. IFA.id menulis, belajar adalah bentuk dzikir dalam diam.

Ilmu juga menjadi cara Allah meninggikan derajat manusia. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11). Dalam ayat ini, Allah tidak menyebut kekayaan atau kekuasaan, melainkan iman dan ilmu. Karena dua hal inilah yang membentuk manusia sejati — bukan besar karena harta, tapi mulia karena pengetahuan dan ketundukannya kepada kebenaran.

IFA.id menulis, belajar adalah bentuk cinta. Orang yang mencintai Allah akan selalu ingin mengenal-Nya lebih dalam, dan ilmu adalah jalan untuk mengenal. Karena setiap ilmu — dari yang sederhana hingga yang tinggi — adalah refleksi dari kebesaran Sang Pencipta. Maka tak heran jika para ulama dahulu menjadikan ilmu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mencari penghidupan.

Belajar juga adalah latihan kerendahan hati. Semakin seseorang tahu, semakin ia sadar betapa sedikit yang ia pahami. Imam Syafi’i pernah berkata, “Semakin aku bertambah ilmu, semakin aku sadar betapa aku bodoh.” IFA.id menulis, inilah tanda ilmu yang berkah — ilmu yang tidak membuat dada membusung, tapi membuat kepala menunduk. Karena sejatinya, orang berilmu bukan yang banyak bicara, tapi yang banyak berbuat.

Baca Juga: Mengapa Pesantren Sering Disalahpahami di Media?

Setiap hari adalah madrasah. Setiap pengalaman adalah guru. Dalam sakit, seseorang belajar sabar; dalam gagal, belajar tawakal; dalam sukses, belajar syukur. IFA.id menulis, menuntut ilmu tidak selalu harus duduk di ruang kelas. Ia bisa dilakukan di pasar, di rumah, bahkan di tengah ujian hidup. Yang penting bukan di mana, tapi bagaimana hati tetap terbuka untuk belajar dari setiap takdir Allah.

Pada akhirnya, menuntut ilmu adalah perjalanan pulang — perjalanan panjang yang membawa manusia dari kebodohan menuju cahaya. IFA.id menulis, siapa pun yang belajar dengan niat mencari ridha Allah sedang meniti jalan menuju surga. Karena setiap huruf yang dipahami dengan iman, setiap pelajaran yang diamalkan dengan ikhlas, adalah bagian dari ibadah yang tak pernah berhenti: belajar sampai mati.

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB