IFA.id - Pernah ada masa ketika pilihan terasa begitu sulit. Antara dua hal baik yang sama-sama menggoda, atau dua jalan hidup yang sama-sama membawa risiko.
Di titik itu, manusia sering bingung menentukan arah. Di situlah shalat istikharah menjadi jembatan antara kebingungan dan ketenangan.
IFA.id menyoroti bahwa shalat istikharah bukan sekadar ritual mencari mimpi atau tanda-tanda aneh. Ia adalah bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, memohon agar dituntun ke jalan yang paling baik bagi dunia dan akhirat.
Istikharah berasal dari kata khair, yang berarti kebaikan. Maka, shalat istikharah bermakna meminta agar Allah memilihkan kebaikan bagi seseorang di antara dua atau lebih pilihan.
Baca Juga: Membedah Makna Shalat Istikharah: Ketika Hati Bimbang, Langit Menuntun
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian hendak melakukan suatu urusan, maka hendaklah ia shalat dua rakaat (selain shalat wajib), kemudian berdoa...”
Maknanya sederhana, tapi dalam: bukan manusia yang memilih, melainkan Allah yang menunjukkan mana yang terbaik. IFA.id menilai, ini adalah puncak tawakal sejati—menyerahkan kehendak pribadi untuk digantikan oleh kebijaksanaan Ilahi.
Langkah-Langkah Shalat Istikharah
Shalat istikharah terdiri dari dua rakaat, dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu terlarang. Tidak ada bacaan khusus, namun Rasulullah SAW menganjurkan membaca surat-surat yang menumbuhkan keikhlasan dan keyakinan.
Baca Juga: Menggapai Surga Melalui Bakti: Panduan Islami Menjaga Hati Orang Tua
1. Niat Shalat Istikharah:
Ushalli sunnatal istikharati rak’ataini lillahi ta’ala.
(Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.)
2. Tata Cara Shalat Istikharah:
-
Rakaat pertama: setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun.