“Barang siapa yang memperbanyak sholat malam di dunia, niscaya Allah akan menjadikan wajahnya bercahaya di hari kiamat.”
IFA.id menafsirkan, “cahaya” dalam hadis dan kitab klasik bukan hanya sinar fisik, tapi kecerahan ruhani yang membuat seseorang tenang dan mulia di hadapan Allah.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Agar Dikaruniai Anak Saleh Salehah
Pada hari di mana semua manusia sibuk mencari perlindungan, para ahli tahajud akan berdiri dengan wajah berseri.
Karena mereka sudah terbiasa “berdiri di hadapan Allah” saat dunia tertidur, maka pada hari kebangkitan, mereka akan mudah berdiri di hadapan-Nya lagi.
IFA.id menulis kisah nyata Mak Nur (65 tahun), seorang penjual sayur di Makassar.
Setiap pagi, ia sudah berangkat ke pasar sebelum subuh. Namun satu hal yang tak pernah ia tinggalkan: dua rakaat tahajud sebelum memulai hari.
“Saya nggak tahu dalilnya apa, tapi tiap malam saya bangun,” katanya sederhana.
“Kalau nggak salat, hati rasanya berat.”
Ketika wafat, para tetangga terkejut. Wajah Mak Nur terlihat cerah dan tersenyum.
Bahkan, orang-orang yang memandikannya berkata, “Seolah beliau masih hidup, wajahnya bercahaya.”
Baca Juga: Idulfitri Sebagai Titik Awal Perubahan Hidup yang Lebih Berkah
IFA.id menulis, mungkin inilah makna hadis Rasulullah SAW:
“Siapa yang membiasakan sholat malam, wajahnya akan bercahaya di siang hari.”
(HR. Ibn Majah)
Cahaya itu bukan kosmetik atau genetik. Itu adalah pantulan cinta dari langit.
Allah berfirman:
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra: 79)
Ayat ini, tulis IFA.id, menyimpan rahasia besar: “tempat yang terpuji” (maqam mahmud) bukan hanya posisi mulia di akhirat, tapi juga kemuliaan batin di dunia.
Seseorang yang rutin tahajud akan memiliki kejernihan hati, kemantapan langkah, dan keberanian menghadapi hidup.
Karena siapa yang dekat dengan Allah di malam hari, akan ditolong oleh-Nya di siang hari.