IFA.Id - Setiap orang menginginkan hidup yang berkah. Rezeki yang lancar, hati yang tenang, dan jalan yang dimudahkan. Namun, sering kali manusia mencari keberkahan itu di tempat yang jauh — dalam kerja keras, ibadah panjang, atau pencapaian duniawi — tanpa menyadari bahwa sumber berkah sesungguhnya ada di rumah: di hati ayah dan ibu.
IFA.id mengingatkan, Islam menempatkan orang tua bukan hanya sebagai sosok yang harus dihormati, tapi juga sebagai perantara ridha Allah SWT.
Di Yogyakarta, seorang pengusaha bernama Rizwan (45) pernah bercerita kepada IFA.id tentang masa mudanya yang penuh konflik dengan ayahnya.
Ia ingin menjadi musisi, sementara sang ayah menginginkannya melanjutkan usaha keluarga. Karena keras kepala, Rizwan pergi tanpa pamit.
Bertahun-tahun kemudian, ia jatuh bangkrut dan kembali ke rumah dengan hati remuk. Sang ayah sudah tua, tapi ketika melihat anaknya pulang, ia tersenyum dan hanya berkata,
“Selamat datang, Nak. Ayah sudah lama menunggu.”
Baca Juga: Kasih yang Kembali: Merawat Orang Tua, Merawat Surga di Dunia
Rizwan menangis, mencium tangan ayahnya, dan memohon maaf. Tak lama setelah itu, hidupnya perlahan berubah. Ia membuka usaha kecil bersama sang ayah, dan kini menjadi salah satu pengusaha sukses di kotanya.
“Bukan kerja keras yang membuatku berhasil, tapi ridha ayah yang akhirnya kupahami,” ucapnya.
Dalam bahasa Arab, ridha berarti kerelaan hati yang tulus tanpa paksaan.
Ketika orang tua meridhai anaknya, berarti mereka mengizinkan dengan cinta, tanpa tersisa kekecewaan.
Dan ketika Allah meridhai seorang hamba, itu berarti Allah memberikan rahmat-Nya tanpa batas.
IFA.id menegaskan, keduanya saling berkaitan. Tak mungkin seorang anak memperoleh ridha Allah tanpa melewati gerbang ridha orang tuanya terlebih dahulu.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ridha orang tua menjadi sebab datangnya rahmat Allah, sedangkan murka orang tua menjadi sebab tertutupnya keberkahan hidup.
Di zaman sekarang, hubungan antara anak dan orang tua sering diuji oleh jarak, kesibukan, dan perbedaan generasi.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Ampunan Dosa dan Ketenteraman Hati
Banyak yang berbuat baik tapi lupa menggapai ridha — melakukan kewajiban materi tanpa melibatkan hati.
IFA.id mencatat fenomena umum: anak yang rajin mengirim uang bulanan tapi jarang menelpon, atau anak yang sukses secara karier namun belum sempat meminta maaf atas kata-kata lama yang menyakitkan hati orang tua.