tafaquh

Fakta Ilmiah: Puasa Bisa Jaga Otak & Jantung

Selasa, 30 September 2025 | 11:56 WIB
Puasa Bisa Jaga Otak & Jantung (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Bagi sebagian besar orang, puasa identik dengan menahan lapar dan haus. Namun, penelitian terbaru menunjukkan puasa memiliki dampak medis yang jauh lebih besar: melindungi kesehatan otak sekaligus memperkuat jantung. IFA.id merangkum berbagai temuan ilmiah yang menegaskan betapa luar biasanya manfaat puasa.

Jantung adalah motor utama kehidupan. Menjaganya tetap sehat berarti memperpanjang harapan hidup. Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition mengungkapkan bahwa puasa dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Perubahan ini membuat aliran darah lebih lancar, tekanan darah lebih stabil, dan risiko serangan jantung menurun.

Di Amerika Serikat, penelitian terhadap kelompok pasien hipertensi menunjukkan bahwa pola puasa intermiten membantu menurunkan tekanan darah hingga 10 mmHg hanya dalam waktu beberapa minggu. Efek ini sebanding dengan terapi obat, tetapi tanpa efek samping.

IFA.id mencatat bahwa puasa juga berkontribusi dalam menurunkan risiko stroke. Dengan menstabilkan kadar gula darah dan mengurangi peradangan, puasa membantu mencegah kerusakan pembuluh darah yang sering menjadi penyebab stroke. Bahkan, dalam uji klinis di Eropa, pasien dengan riwayat penyakit jantung mengalami peningkatan signifikan setelah menjalani pola puasa terkontrol.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat yang Mustajab untuk Kedua Orang Tua

Selain jantung, otak adalah organ vital yang mendapat manfaat besar dari puasa. Saat tubuh berpuasa, otak memproduksi lebih banyak protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Protein ini berperan penting dalam menjaga sel saraf tetap sehat, mendorong pertumbuhan neuron baru, dan memperkuat koneksi antar-sel otak.

Penelitian dari National Institutes of Health (NIH) menyebutkan bahwa puasa dapat melindungi otak dari risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Efek ini membuat daya ingat lebih kuat dan konsentrasi meningkat.

Sebuah riset dari Harvard University menunjukkan bahwa puasa memicu produksi keton, sumber energi alternatif bagi otak. Keton tidak hanya menjaga energi otak tetap stabil, tetapi juga melindungi sel saraf dari stres oksidatif. Dengan demikian, proses penuaan otak bisa diperlambat secara alami.

IFA.id melansir pengalaman beberapa praktisi kesehatan yang merasa lebih fokus, kreatif, dan penuh energi mental saat menjalani puasa intermiten. Efek ini tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga berkelanjutan.

Baca Juga: Tata Cara Berdoa Setelah Sholat Sesuai Sunnah

Selain aspek biologis, puasa juga memberi manfaat psikologis. Saat berpuasa, tubuh menurunkan produksi hormon kortisol (hormon stres) dan meningkatkan serotonin (hormon kebahagiaan). Hasilnya, suasana hati lebih stabil, kecemasan berkurang, dan otak lebih mudah mengelola tekanan.

Psikolog dari Universitas Indonesia menemukan bahwa mahasiswa yang rutin berpuasa menunjukkan peningkatan kecerdasan emosional: lebih sabar, lebih mudah berempati, dan lebih fokus dalam mengambil keputusan.

IFA.id menekankan bahwa kesehatan jantung dan otak tidak bisa dipisahkan. Aliran darah yang sehat dari jantung memastikan otak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Dengan kata lain, menjaga jantung sama dengan menjaga otak. Puasa, dengan semua manfaat medisnya, menjadi cara alami untuk menjaga keduanya tetap prima.

Seorang guru di Bandung berbagi pengalaman tentang bagaimana puasa mengubah kesehatannya. Ia yang dulu menderita hipertensi dan mudah lupa, kini merasa lebih segar dan fokus. Setelah enam bulan rutin berpuasa intermiten, tekanan darahnya normal, ingatan membaik, dan ia bisa mengajar dengan lebih semangat.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB