tafaquh

Aqiqah Anak: Sunnah atau Kewajiban?

Selasa, 16 September 2025 | 10:06 WIB
Momen penuh syukur, aqiqah bukan sekadar tradisi, tapi ibadah penuh makna. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id–Pernah terlintas pertanyaan dalam benak, apakah aqiqah anak itu termasuk sunnah semata atau sebenarnya sebuah kewajiban?.

Tradisi yang identik dengan penyembelihan kambing ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bagian dari syariat Islam yang sarat makna.

Banyak keluarga Muslim merasa bingung saat hendak melaksanakannya, terutama ketika faktor biaya menjadi pertimbangan. Pertanyaan besar pun muncul: jika tidak mampu melaksanakan, apakah seorang Muslim berdosa?

Dalam kajian fikih, para ulama berbeda pendapat soal hukum aqiqah. Sebagian ulama menyatakan bahwa aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Nikah Beda Agama, Tren Baru atau Bom Waktu?

Pandangan ini berangkat dari hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan kambing pada hari ketujuh kelahirannya.

Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa aqiqah bisa naik derajat menjadi wajib jika memang ada kemampuan. Perbedaan pendapat inilah yang sering membuat masyarakat awam bingung dan bertanya-tanya.

IFA.id mencatat, dalam praktik sehari-hari, banyak keluarga Muslim di Indonesia yang menjadikan aqiqah sebagai momentum kebersamaan sekaligus syiar agama.

Ketika keluarga mampu, mereka berusaha untuk melaksanakannya sesuai anjuran: dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Baca Juga: Solusi Nikah Beda Agama: Jalan Tengah atau Mustahil?

Bukan hanya sekadar penyembelihan, aqiqah juga biasanya dirangkaikan dengan doa bersama dan berbagi daging kepada kerabat serta tetangga. Di sinilah tampak jelas nilai sosial dari aqiqah yang menghubungkan ukhuwah di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ada pula keluarga yang belum bisa melaksanakan aqiqah tepat waktu karena alasan ekonomi. Sebagian ulama memberikan keringanan, bahwa aqiqah bisa ditunda hingga ada kelapangan rezeki, bahkan sampai anak beranjak dewasa.

Pendapat ini menjadi penguat bagi orang tua agar tidak merasa terbebani secara berlebihan. Sebab, Islam tidak pernah mengajarkan paksaan di luar kemampuan seorang hamba. Prinsip inilah yang membuat aqiqah lebih dipandang sebagai sunnah muakkadah daripada kewajiban mutlak.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB