IFA.id– Pernahkah terbayang seseorang sudah berwudhu dengan khusyuk, lalu ternyata wudhunya batal atau tidak sah hanya karena kesalahan kecil yang sering dianggap sepele? Realitanya, hal ini cukup sering terjadi.
Wudhu adalah pintu masuk menuju shalat, namun banyak orang masih kurang teliti dalam praktiknya.
Padahal, kesalahan sederhana bisa membuat shalat yang sudah dilakukan menjadi tidak sah. Lalu, apa saja kesalahan wudhu yang sering dilakukan, dan bagaimana cara menghindarinya?
Banyak orang beranggapan wudhu hanya sekadar membasuh anggota tubuh. Padahal, wudhu memiliki tata cara yang telah diajarkan Rasulullah SAW secara rinci.
Baca Juga: Ayat-Ayat Keadilan Sosial: Tafsir Lengkap & Relevansi Kini
Misalnya, tidak meratakan air hingga ke siku, terburu-buru tanpa memastikan air membasahi bagian yang wajib, atau sekadar membasahi tangan tanpa menggosok sela-sela jari.
Kesalahan ini mungkin terlihat kecil, tetapi dalam fiqih ibadah, detail semacam itu bisa menentukan sah atau tidaknya wudhu. IFA.id mencatat, kelalaian ini sering terjadi bukan karena niat menyepelekan, melainkan karena terbiasa dengan kebiasaan yang kurang tepat.
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak berkumur atau tidak menghirup air ke dalam hidung dengan benar.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya istinsyaq (menghirup air ke hidung) sebagai bagian dari penyempurnaan wudhu.
Baca Juga: Tafsir Surah Al-Mumtahanah: Keadilan dalam Relasi Sosial
Namun, sebagian orang hanya sekadar menyentuhkan air ke bibir atau hidung tanpa memastikan air masuk ke rongga mulut atau hidung.
Akibatnya, sunnah wudhu yang sangat dianjurkan ini menjadi terabaikan. Cara menghindarinya sederhana: lakukan dengan perlahan, tidak tergesa-gesa, dan biasakan berniat untuk menyempurnakan setiap langkah.
Kesalahan lain adalah tidak meratakan air ke seluruh kepala saat mengusap. Sebagian orang hanya mengusap bagian depan rambut, padahal dalam wudhu yang benar, air harus menyentuh sebagian besar kepala.