tafaquh

Rahasia Hikmah di Balik Larangan Najis Anjing dalam Islam

Kamis, 11 September 2025 | 13:31 WIB
Larangan najis anjing dalam Islam bukan sekadar aturan, tetapi mengandung hikmah mendalam tentang kebersihan, kesehatan, dan ketaatan kepada syariat. (Foto/Ilustasi)

 

IFA.id – Pernahkah terlintas pertanyaan, mengapa Islam begitu tegas dalam menetapkan anjing sebagai hewan yang najis, khususnya pada air liurnya?

Sebagian orang mungkin merasa aturan ini terlalu ketat, sementara di banyak budaya lain, anjing justru dianggap sahabat manusia yang penuh kesetiaan.

Namun, jika ditelusuri lebih dalam, setiap ketetapan syariat dalam Islam selalu mengandung rahasia dan hikmah yang menakjubkan, termasuk dalam persoalan ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, maka cucilah sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Kuliner Halal Kelas Dunia yang Menggugah Selera

Hadits ini menjadi dasar utama penetapan hukum tentang kenajisan air liur anjing. Ulama sepakat bahwa jilatan anjing bukan sekadar najis biasa, melainkan najis berat (mughallazah) yang membutuhkan cara khusus untuk disucikan.

Bagi sebagian orang, aturan ini terasa merepotkan. Mengapa harus tujuh kali? Mengapa harus dengan tanah? Justru di sinilah letak hikmahnya. Islam tidak pernah menetapkan sesuatu tanpa tujuan.

Ilmu pengetahuan modern telah menemukan bahwa air liur anjing mengandung berbagai jenis bakteri dan parasit yang berbahaya bagi manusia.

Penelitian kedokteran menyebutkan adanya bakteri seperti E. coli dan Salmonella, bahkan parasit Toxocara canis yang bisa menimbulkan gangguan serius pada organ dalam manusia.

Baca Juga: Makanan Halal Terkenal Dunia, Perpaduan Rasa dan Sejarah

Penggunaan tanah dalam membersihkan najis jilatan anjing pun ternyata sangat relevan. Tanah memiliki kandungan mikroorganisme tertentu yang mampu menetralkan bakteri berbahaya.

IFA.id mencatat, temuan ini membuktikan bahwa perintah Rasulullah SAW bukan sekadar ritual, melainkan langkah preventif kesehatan yang baru terungkap setelah berabad-abad kemudian.

Selain sisi medis, larangan najis anjing juga menyimpan pesan spiritual. Islam ingin mendidik umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan lahir dan batin. Najis dalam syariat bukan sekadar perkara fisik, melainkan simbol kebersihan jiwa.

Dengan adanya aturan yang ketat, umat Islam dilatih untuk disiplin dalam menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengotori ibadah.

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB