IFA.id – Ada momen sunyi yang sering dianggap sepele: ketika dahi menyentuh sajadah dalam sujud. Namun, siapa sangka bahwa di titik terendah manusia itu, justru tersimpan kekuatan besar yang mampu menenangkan jiwa?
Baca Juga: Keadilan Sosial sebagai Tuntutan Iman: Jalan Damai Perjuangan Umat
Bagi umat Muslim, sujud adalah puncak kepasrahan dalam salat. Ia menjadi simbol keterhubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Menariknya, banyak ilmuwan meneliti efek sujud terhadap kesehatan fisik dan mental.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Blak-blakan Rencana Usai Panen Dividen Juli 2025
IFA.id melansir dari wawancara dengan psikolog klinis, dr. Farida Hidayati, M.Psi, bahwa sujud memberi pengalaman psikologis unik: “Saat seseorang menempelkan dahinya ke tanah, ia merasakan kerendahan yang justru menumbuhkan rasa aman.Baca Juga: Bagaimana Pembelajaran Islam Dapat Membentuk Peradaban Emas di Masa Depan? Strategi, Tantangan, dan Solusinya
Gerakan sujud juga terbukti baik untuk kesehatan. Dalam International Journal of Health Science (2020), disebutkan bahwa postur sujud merangsang sistem saraf parasimpatik, yang bertugas menenangkan tubuh setelah stres. Hasilnya, detak jantung melambat, pernapasan lebih teratur, dan pikiran menjadi lebih fokus.
Baca Juga: Peran Pendidikan Islam dalam Mencetak Cendekiawan Muslim: Kunci Keunggulan dan Kemajuan Umat
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap merasa hancur ketika berada di titik terendah. Namun, sujud justru mengajarkan bahwa titik terendah adalah saat paling dekat dengan Tuhan.
IFA.id mencatat kisah seorang mahasiswa di Yogyakarta yang merasa kehilangan arah hidup setelah gagal kuliah.
Ia bercerita, “Setiap kali sujud, saya menangis. Aneh, tapi setelah itu hati saya jauh lebih tenang dan saya bisa bangkit lagi.” Generasi muda kini sering mencari ketenangan lewat musik, traveling, atau meditasi modern. Namun, semakin banyak yang kembali menemukan makna sujud
Baca Juga: Bagaimana Ulama Berperan dalam Pengembangan Sistem Pendidikan Islam dari Masa ke Masa?
Survei Indonesian Spiritual Trend Report 2023 menyebutkan bahwa 58% anak muda Muslim merasa lebih tenang setelah rutin memperbanyak sujud, terutama di malam hari (qiyamul lail).Di tengah derasnya notifikasi dan distraksi digital, sujud menjadi ruang hening yang langka dan berharga.
Baca Juga: Bagaimana Pendidikan Islam Mempengaruhi Kemajuan Ilmu Pengetahuan?