IFA.id -- Lisan adalah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada manusia untuk berkomunikasi dan menyampaikan kebaikan.
Namun, jika tidak dijaga dengan baik, lisan dapat menjadi sumber fitnah, kebencian, dan dosa. Dalam Islam, menjaga lisan merupakan bagian dari akhlak yang mulia dan cerminan keimanan seseorang.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Contoh Nyata Pendidikan Inklusif yang Inspiratif
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga ucapan agar tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak perbuatan buruk yang berawal dari lisan, seperti gibah (menggunjing), fitnah, dan ucapan kotor.
Bahaya Lisan yang Tidak Dijaga
-
Gibah (Menggunjing) Gibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang jika didengar olehnya akan menyakitinya. Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. Al-Hujurat: 12)
Gibah dapat merusak hubungan persaudaraan dan menimbulkan kebencian di antara sesama.
-
Fitnah Fitnah adalah menyebarkan berita bohong yang tidak benar tentang seseorang. Dalam Islam, fitnah lebih buruk daripada pembunuhan. Allah SWT berfirman:
"Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan." (QS. Al-Baqarah: 191)
Fitnah dapat menghancurkan reputasi seseorang, merusak keharmonisan, dan menimbulkan permusuhan.
-
Ucapan Kotor dan Kasar Lisan yang tidak terjaga sering kali mengeluarkan kata-kata kotor, kasar, atau menyakiti perasaan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: