Baca Juga: Kreasi Kolak Pisang Kekinian: 5 Resep Unik yang Wajib Dicoba!
3. Menghindari Puji-Pujian dari Manusia
Menerima pujian bisa menjadi ujian tersendiri. Saat seseorang memuji kita karena ibadah yang kita lakukan, hendaknya kita mengembalikan segala pujian itu kepada Allah SWT dan tidak merasa bangga atau tinggi hati. Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah kalian merasa takjub terhadap amal kalian, karena kalian tidak tahu apakah amal kalian diterima atau tidak." (HR. Ahmad)
Jika ada seseorang yang memuji ibadah kita, sebaiknya kita berdoa:
"Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena pujian mereka, dan janganlah Engkau membuka aibku karena sanjungan mereka, serta jadikan aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan."
4. Mengingat Bahaya Riya'
Riya' adalah penyakit hati yang bisa merusak amal dan membuat seseorang kehilangan pahala di akhirat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'." (HR. Ahmad)
Mengingat bahayanya, kita harus selalu waspada terhadap godaan riya' dan berusaha membersihkan hati dari niat yang tidak ikhlas.
5. Memperbanyak Istighfar dan Muhasabah Diri
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, termasuk dalam hal niat beribadah. Oleh karena itu, kita harus selalu memohon ampun kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar. Muhasabah atau introspeksi diri juga sangat penting agar kita selalu menjaga niat dan kualitas ibadah kita.
Allah SWT berfirman:
"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka..." (QS. Ali 'Imran: 135)
Riya' adalah penyakit hati yang dapat merusak keikhlasan dalam beribadah. Untuk menghindarinya, kita harus memperkuat niat ikhlas, menyembunyikan amal ibadah, menghindari pujian, mengingat bahaya riya', serta memperbanyak istighfar dan muhasabah diri.
Dengan demikian, ibadah yang kita lakukan akan murni karena Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di sisi-Nya.