IFA.id -- Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, maupun sifat beliau.
Dalam perjalanan sejarah Islam, para ulama hadis berusaha mengumpulkan dan menyaring hadis-hadis yang sahih agar dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam.
Beberapa kitab hadis shahih menjadi rujukan utama dalam studi Islam, di antaranya Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan An-Nasa'i, dan Sunan Ibnu Majah. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kitab-kitab hadis shahih tersebut.
Baca Juga: Jangan Khawatir! Rezeki Sudah Diatur Allah, Tugas Kita Hanya Berusaha
1. Shahih Bukhari
Kitab Shahih Bukhari merupakan kitab hadis paling otoritatif yang disusun oleh Imam Al-Bukhari (194-256 H). Beliau mengumpulkan hadis-hadis yang benar-benar memenuhi standar kesahihan yang ketat.
Dari sekitar 600.000 hadis yang beliau kumpulkan, hanya sekitar 7.275 hadis yang dimasukkan dalam kitabnya, dan jika dihilangkan pengulangan, jumlahnya menjadi sekitar 2.600 hadis.
Metode yang digunakan oleh Imam Al-Bukhari dalam menyaring hadis sangat ketat, yaitu dengan memastikan bahwa setiap perawi dalam rantai sanad harus bertemu langsung dengan guru yang meriwayatkan hadis tersebut, memiliki sifat adil, dan kuat hafalannya.
Baca Juga: Keutamaan Sahur dalam Islam Sunnah yang Banyak Manfaatnya
Oleh karena itu, Shahih Bukhari dianggap sebagai kitab hadis yang paling terpercaya setelah Al-Qur'an.
2. Shahih Muslim
Kitab Shahih Muslim disusun oleh Imam Muslim bin Al-Hajjaj (204-261 H). Kitab ini juga sangat dihormati dalam dunia Islam dan sering disandingkan dengan Shahih Bukhari.
Imam Muslim menggunakan metode seleksi yang berbeda dengan Imam Bukhari, yaitu lebih menekankan kesinambungan sanad dan kredibilitas perawi tanpa mensyaratkan adanya pertemuan langsung antara perawi.
Jumlah hadis dalam Shahih Muslim sekitar 7.563 hadis dengan pengulangan, dan jika dihilangkan pengulangan, jumlahnya menjadi sekitar 4.000 hadis.
Baca Juga: Khalifah Ali dan Kemunculan Khawarij: Perpecahan yang Mengubah Sejarah
Keistimewaan kitab ini adalah cara penyusunannya yang sistematis, di mana hadis-hadis yang memiliki tema serupa dikelompokkan dalam satu bab tertentu.