IFA.id -- Dalam kehidupan seorang Muslim, dzikir dan istighfar memiliki peran yang sangat penting. Keduanya bukan sekadar ucapan yang dilafalkan, tetapi juga amalan hati dan bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Dzikir berarti mengingat Allah dalam berbagai kondisi, sedangkan istighfar adalah permohonan ampun atas segala dosa dan kesalahan.
Dalam Al-Qur'an dan hadis, terdapat banyak penjelasan mengenai keutamaan dzikir dan istighfar serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Pahala Berlipat Ganda di Bulan Ramadhan Amalan yang Dianjurkan
Keutamaan Dzikir
Dzikir adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab: 41)
Beberapa keutamaan dzikir antara lain:
-
Mendekatkan diri kepada Allah
Dengan senantiasa mengingat Allah, hati seorang Muslim akan selalu tertaut kepada-Nya. Dzikir menjadi sarana untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Baca Juga: Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua: Keutamaan Berbakti dalam Islam
-
Memberikan ketenangan hati
Dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, Allah berfirman bahwa dengan mengingat-Nya, hati akan menjadi tenteram. Dalam kehidupan yang penuh dengan ujian, dzikir adalah kunci untuk mendapatkan ketenangan batin. -
Mendapatkan pahala yang besar
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa mengucapkan 'Subhanallah wa bihamdihi' seratus kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari dan Muslim) -
Dijaga dari gangguan setan
Setan selalu berusaha untuk menyesatkan manusia, tetapi dengan berdzikir, seorang Muslim akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.