IFA.id -- Percaya kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Takdir adalah ketetapan Allah SWT yang mencakup segala sesuatu di alam semesta, termasuk perjalanan hidup manusia.
Dalam Islam, keyakinan terhadap takdir tidak hanya mengajarkan kita untuk menerima kenyataan, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa dalam menghadapi kehidupan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49)
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah SWT dengan kebijaksanaan-Nya yang Maha Luas.
1. Pengertian Takdir dalam Islam
Takdir dalam Islam adalah ketentuan Allah SWT terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia, baik besar maupun kecil. Takdir terbagi menjadi dua jenis utama:
-
Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Dapat Diubah)
Takdir ini bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh manusia. Contohnya adalah waktu kelahiran dan kematian seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 34:"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya."
Baca Juga: Kisah Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Rasul: Hikmah, Kesabaran, dan Keimanan dalam Menghadapi Ujian Kehidupan -
Takdir Mu’allaq (Takdir yang Dapat Berubah)
Takdir ini bergantung pada usaha dan doa manusia. Contohnya adalah rezeki dan keberhasilan seseorang dalam hidup. Rasulullah SAW bersabda:"Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa." (HR. Tirmidzi)
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun segala sesuatu sudah ditetapkan, manusia tetap diberi kesempatan untuk berusaha dan berdoa.
Baca Juga: Panduan Lengkap Hukum Makanan Halal dan Haram dalam Islam: Sumber Dalil, Jenis Makanan, serta Dampaknya bagi Kehidupan Seorang Muslim
2. Hikmah Percaya kepada Takdir
Percaya kepada takdir memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya: